23
Februari 2026 14:21 WIB
ORGANISASI 16 Kali Dibaca

Dari Produksi ke Pasar: HIPMI Kota Bandung Soroti Strategi Kolaborasi Jabar–Jakarta

Asep Awing

Asep Awing

Penulis

Dari Produksi ke Pasar: HIPMI Kota Bandung Soroti Strategi Kolaborasi Jabar–Jakarta

BANDUNG, Dikte.id | Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Bandung menunjukkan peran aktif dalam kegiatan business matching yang mempertemukan BPD HIPMI Jabar dan BPD HIPMI Jaya yang berlangsung di Bandung akhir pekan lalu.

Forum tersebut menjadi ruang strategis mempertemukan pengusaha dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dengan pelaku usaha dari Jakarta sebagai pusat pasar nasional.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Bandung, Ibrahim Imaddudin Islam, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, business matching ini bukan sekadar seremoni pertemuan antarpengusaha, melainkan momentum penting untuk memperkuat konektivitas ekonomi antardaerah.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan business matching ini. Ini patut diapresiasi karena menghadirkan para pengusaha dari 27 kabupaten/kota se-Jabar ditambah BPC se-Jakarta. Kita melihat ekonomi masih dalam kondisi tumbuh, tapi pertumbuhannya belum dirasa merata,” ujar Ibam, Senin (23/3/2026).

Ibrahim menilai, saat ini tekanan terhadap daya beli masih dirasakan terutama di sektor usaha kecil dan menengah. Dalam situasi tersebut, pengusaha muda dinilai harus berada di garis depan untuk menjaga sekaligus menumbuhkan roda ekonomi daerah.

“Tekanan ada terhadap daya beli pada sektor usaha kecil menengah. Pada situasi ini tentu kita sebagai pengusaha muda ada di garis depan untuk menghidupkan dan menumbuhkan roda ekonomi, khususnya di Jabar,” katanya.

Ia menegaskan, HIPMI memiliki peran strategis sebagai inkubator bisnis bagi anak muda. Konsep inkubator tersebut tidak hanya sebatas pendampingan usaha, tetapi juga mendorong lahirnya lapangan kerja baru yang berpotensi berkembang menjadi industri skala besar.

“Kalau bicara inkubator berarti di sana membuka lapangan kerja yang harapannya bisa berkembang dan menjadi industri besar,” tuturnya.

Dalam konteks kolaborasi Jabar–Jakarta, Ibrahim melihat adanya peluang besar membangun rantai ekonomi yang lebih utuh. Jakarta sebagai pusat pasar, pusat perputaran uang, dan akses pembiayaan, dinilai dapat menjadi hub distribusi produk-produk unggulan Jawa Barat yang kuat di sektor produksi, komoditas, dan manufaktur.

“Keberadaan business matching ini sangat penting karena Jakarta merupakan pusat pasar yang menjadi hub bagi daerah di seluruh Indonesia dan pusat perputaran uang dan akses pembiayaan. Sementara Jawa Barat kuat dalam produksi, khususnya komoditas dan manufaktur. Jadi kalau keduanya terhubung maka tercipta rantai ekonomi utuh dari produksi sampai distribusi,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, BPC HIPMI Kota Bandung tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga aktif menjajaki potensi kolaborasi lintas sektor. Ibrahim menilai karakteristik HIPMI Jaya dan HIPMI Jabar yang berbeda justru menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.

“Kita bisa melihat HIPMI Jaya dan Jawa Barat punya karakteristik berbeda. Jadi kita sangat senang dan berterima kasih kepada Ketua Umum BPD HIPMI Jabar Radityo Egi dan BPD HIPMI Jaya Riandy Haroen yang dengan inisiasinya bisa melaksanakan kegiatan bermanfaat dan memberi nilai positif bagi pengusaha muda,” ujarnya.

Ketua Bidang XII, Investasi, Kerjasama Antar Daerah & Hubungan Luar Negeri BPD HIPMI Jawa Barat Wishnu Wijaya menuturkan acara tersebut mewadahi ruang konkret untuk mempertemukan kekuatan supply and demand antar kedua daerah.

"Kita tahu di HIPMI Jabar kuat dalam sektor produksi, manufaktur, agro. Sedangkan Jakarta korporasinya kuat, akses pembiayaan kuat, maka itu harapannya bisa dikawinkan. Sehingga bisa tercipat join venturer atau penguatan korporasi di Jabar sehingga pengusaha bisa naik kelas dan banyak mendapat manfaat dari kolaborasi tersebut," paparnya. ***

Komentar (0)

1000 Karakter tersisa
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!