Tragedi Pasar Soreang: Belasan Kios Ambruk, 1 Tewas dan 3 Luka-Luka

Maftuh
Maftuh Selasa, 17 Maret 2026 - 14:02 WIB
Tragedi Pasar Soreang: Belasan Kios Ambruk, 1 Tewas dan 3 Luka-Luka

KAB. BANDUNG | Peristiwa ambruknya bangunan kios terjadi di kawasan Pasar Soreang, Desa Soreang, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, pada Senin (16/3/2025) sekitar pukul 12.30 WIB.

Diduga bangunan yang tidak kokoh menyebabkan insiden tersebut hingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka.

Sejumlah kios yang terdampak berada di Blok III-20 hingga Blok III-33. Kios-kios tersebut di antaranya milik Sumidi, Heri Suroso, Harpi Muliana, Sinta, H. Acep Darus, H. Ali Rofi’i, Rudianto, serta beberapa kios lainnya.

Akibat kejadian tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak medis. Sementara tiga korban lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan perawatan. Korban meninggal dunia dibawa ke RSUD Otista Soreang.

Petugas gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar), Satpol PP, TNI, dan Polri bersama warga langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Proses pembersihan puing-puing bangunan dilakukan dengan memotong material besi beton serta mengevakuasi sisa material atap yang roboh di area Blok III-20 hingga Blok III-34 guna mengamankan lokasi.

Aditya dari PT Bangun Bina Persada selaku pengelola dan pihak pemasaran Pasar Soreang mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang terkait kelayakan konstruksi bangunan tersebut.

“Untuk konstruksi kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang mengenai kelayakan bangunan. Sementara pasar akan ditutup sementara demi menjaga keamanan,” ujar Aditya di lokasi kejadian.

Ia juga menyampaikan bahwa terdapat sekitar 13 kios yang terdampak dalam peristiwa tersebut. Bangunan pasar sendiri diketahui mulai beroperasi sejak tahun 2019.

Terkait para korban, pihak pengelola menyatakan akan memberikan perhatian khusus serta berencana menemui keluarga korban.

Selain itu, pihak pengelola juga akan memperhatikan nasib para pedagang yang kiosnya terdampak akibat penutupan sementara pasar.

“Untuk para pedagang yang kiosnya terdampak, kami juga akan menemui mereka dan mengupayakan solusi terbaik,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, yang turut meninjau lokasi kejadian menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut.

“Kami turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Tentunya ini menjadi peringatan bagi kita semua,” kata Ali Syakieb.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bandung bersama dinas terkait telah turun langsung ke lokasi. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.

“Kami juga akan melakukan pengecekan terhadap kios-kios apakah sudah mengantongi sertifikat laik fungsi,” tegasnya.

“Untuk hasil pastinya kita tunggu dari pihak kepolisian. Dari informasi sementara di lokasi, diduga ada getaran keras dari aktivitas kios penggilingan daging dan penggilingan tepung,” ujarnya. ***

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar.